Dispenser pipet memainkan peran penting di laboratorium analitis, klinis, dan farmasi. Keandalannya berdampak langsung terhadap akurasi hasil pengujian, namun biasanya baru dipikirkan ketika muncul masalah. Dispenser pipet yang dirawat buruk dapat menyimpang dari spesifikasi dan menghasilkan pengdispensasian yang tidak akurat, pemborosan reagen, serta hasil pengujian yang tidak sah. Ini bukan pilihan, melainkan keharusan, agar dispenser pipet Anda tetap berkinerja optimal:
1. Tetapkan Jadwal Kalibrasi Rutin
Kalibrasi merupakan fungsi perawatan paling penting yang harus dilakukan pada dispenser pipet. Seiring waktu, pegas di dalam pipet akan aus, segel mengalami kerusakan, dan komponen internal berpindah posisi, sehingga menyebabkan perubahan volume yang didistribusikan dibandingkan dengan nilai yang telah Anda atur. Frekuensi kalibrasi pipet bervariasi tergantung pada tingkat penggunaannya. Pipet yang digunakan secara terus-menerus (ribuan kali per hari) memerlukan kalibrasi setiap tiga bulan sekali. Pipet yang digunakan secara sedang biasanya dapat dikalibrasi setiap enam bulan sekali, sedangkan pipet yang tidak digunakan secara rutin perlu dikalibrasi setahun sekali serta setelah menjalani perbaikan atau mengalami benturan. Kalibrasi pipet umumnya dilakukan secara gravimetrik menggunakan neraca dan air suling pada suhu konstan, mencatat hasil pengukuran serta memverifikasi apakah hasil tersebut berada dalam spesifikasi akurasi dan presisi yang ditetapkan oleh produsen; jika tidak, pipet tersebut harus dikirim untuk perawatan. Layanan kalibrasi eksternal yang terakreditasi dapat digunakan, atau laboratorium dapat melakukan kalibrasi sendiri terhadap pipetnya dengan menggunakan standar acuan yang dapat dilacak.
2. Lakukan Pemeriksaan Operasional Harian dan Mingguan
Sebelum memulai pekerjaan kritis, lakukan pemeriksaan akurasi cepat menggunakan neraca dan air untuk semua pipet yang digunakan. Jika hasil berada dalam spesifikasi, pipet tidak perlu dikalibrasi ulang; namun jika hasil di luar spesifikasi, pipet harus dikalibrasi atau diperbaiki. Lakukan dan catat hasilnya. Pemeriksaan harian dan mingguan dapat dilaksanakan dengan memeriksa secara visual tanda-tanda keausan atau kontaminasi serta memastikan operasi berjalan dengan benar.
3. Bersihkan Pipet Secara Tepat dan Berkala
Kontaminasi pada segel atau piston pipet akan langsung memengaruhi akurasi, sehingga disarankan agar semua komponen bergerak tetap bersih. Prosedur pembersihan bervariasi tergantung desain pipet dan jenis sampel yang didistribusikan. Pastikan Anda mengikuti prosedur pembersihan yang direkomendasikan oleh produsen pipet Anda; hindari penggunaan deterjen keras atau pelarut agresif karena dapat merusak casing plastik dan komponen internalnya.
4. Penyimpanan dan Penanganan yang Tepat untuk Mencegah Kerusakan
Jangan tinggalkan pipet Anda dengan plunger dalam posisi terdorong keluar atau dalam posisi horizontal saat masih berisi cairan; cairan akan meresap ke dalam perangkat dan menyebabkan korosi pada piston logam. Selalu simpan pipet dalam posisi tegak di dalam stand pipet, dan idealnya diatur ke pengaturan volume tertinggi; hal ini mengurangi tekanan pada pegas sehingga memperpanjang akurasi kerjanya. Perlu juga diperhatikan cara penggunaan pipet: tekan plunger secara lembut—bukan dengan membanting—dan celupkan ujung pipet ke kedalaman yang sesuai pada sampel berukuran kurang dari 1000 µL, untuk menghindari kerusakan internal akibat tekanan negatif yang timbul dari penyisipan ujung pipet terlalu cepat atau terlalu dangkal ke dalam sampel. Menjatuhkan pipet, bahkan dari ketinggian rendah sekalipun, dapat mengharuskan kalibrasi ulang.
RINGKASAN
Metode yang benar untuk merawat dispenser pipet guna mencapai akurasi dalam hasil pengujian serta menghindari pemborosan reagen berharga meliputi jadwal kalibrasi, pemeriksaan operasional rutin, dan pembersihan yang tepat. Hubungi kami di Hangzhou Zhongwang Technology Co., Ltd. jika Anda ingin berinvestasi dalam dispenser pipet otomatis, robot penanganan cairan, atau peralatan laboratorium lainnya.